Jadi, akhir-akhir ini gue memang sering merhatiin orang-orang. Ntah itu di lingkungan rumah, sekolah, ataupun tempat umum. Dari pengamatan yang gue (iseng) lakuin, gue sadar bahwa kata-kata "semua orang punya kelebihan masing-masing" bukan kalimat bohong. Terkadang, gue salah. Gue selalu melihat orang-orang by its cover. Saat melihat orang yang "nolep" maju ke depan kelas untuk presentasi ataupun ikut lomba yang berkaitan public speaking, gue selalu ngeremehin mereka di dalam hati. Gue selalu berpikiran bahwa mereka itu ngga bisa apa-apa, ngga bisa diandalkan. Namun, nyatanya mereka memang bisa, bahkan mungkin jago. Orang-orang yang gue lihat ngga ahli dalam pelajaran, ternyata mereka ahli dalam bidang lain. Si A yang ranking terakhir, ternyata adalah pria rumah tangga. Dia tulus, baik, bahkan penyabar. Kalau lagi ngelihat ada yang kotor, tanpa basa-basi langsung dia bersihin/ambil sampahnya. Diam-diam, dia tetap perhatian dengan sekitar. Dia beri tempat duduknya ...