Langsung ke konten utama

sebuah pengamatan (?)

Jadi, akhir-akhir ini gue memang sering merhatiin orang-orang. Ntah itu di lingkungan rumah, sekolah, ataupun tempat umum. Dari pengamatan yang gue (iseng) lakuin, gue sadar bahwa kata-kata "semua orang punya kelebihan masing-masing" bukan kalimat bohong.

Terkadang, gue salah. Gue selalu melihat orang-orang by its cover. Saat melihat orang yang "nolep" maju ke depan kelas untuk presentasi ataupun ikut lomba yang berkaitan public speaking, gue selalu ngeremehin mereka di dalam hati. Gue selalu berpikiran bahwa mereka itu ngga bisa apa-apa, ngga bisa diandalkan. Namun, nyatanya mereka memang bisa, bahkan mungkin jago.

Orang-orang yang gue lihat ngga ahli dalam pelajaran, ternyata mereka ahli dalam bidang lain. Si A yang ranking terakhir, ternyata adalah pria rumah tangga. Dia tulus, baik, bahkan penyabar. Kalau lagi ngelihat ada yang kotor, tanpa basa-basi langsung dia bersihin/ambil sampahnya. Diam-diam, dia tetap perhatian dengan sekitar. Dia beri tempat duduknya untuk perempuan, ngga pernah marah-marah, dan selalu to the point. Si B yang berperilaku jelek, ngga ahli di bidang pelajaran, pendiam, ternyata berbakat. Dia bisa menggambar dengan baik, bahkan lebih baik dari teman gue yg lain, yg gue sebut sebagai ahli gambar.
Berkondisi terbalik dengan si C yang dianggap sempurna oleh orang lain. Dia ahli public speaking, berpresentasi, bahkan pintar dalam bidang pendidikan. Ternyata, dia adalah sosok yang "egois", bertindak tanpa melihat kondisi dan ngga mengerti orang lain. Dia selalu mengambil peran utama dalam presentasi kelompok, mengganti sesuka hatinya jika ada sesuatu hal yang ngga dia setujuin/suka.

Pada akhirnya, gue tau, tak perlu menilai-nilai orang lain. Semua punya kelebihan dan kekurangan berbeda. Lebih baik kembali pada diri sendiri, introspeksi, dan perbaiki. Tak harus berbasa-basi dahulu. Mending langsung aksi.

Komentar